Label

Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 08 Oktober 2016

164

Demi penciptaan langit-bumi yang menjadikannya ada
Di masih mungkin adamu, di sejak mulanya ada
Dilenyap nantimu, tapi di masihnya ada
Bisakah tak mesti, menyingkir pasti tanganmu di menjadinya ada?

Demi siang-malam yang datang silih berganti
Diterburu waktumu tapi tak mampu kau henti
Dipergegas tak bisamu di waktumu menanti
Bisakah tak mesti, menelan usiamu pasti dan melewati?

Dicemas harapmu, amuk badai membahaya keselamatan
Ditergesa inginmu, riuh angin menunda-tundamu keberangkatan
Di nakhoda sungguhkah kau menjamin amankan segala muatan?
Sekali-kali tidak. Demi kapal-kapal yang dengannya kau berlayar di lautan

Dikering tenggorok, terik kemarau jatuh di tepatmu ubun-ubun
Digigil kuyupmu,sepi senyap menelanmu di kelam jalan
Dikaukah yang menyumbat sungguh dan memanjat tempatnya mengucur turun?
Sekali-kali tidak. Demi hujan yang dari langit tercurah turun



Senin, 19 September 2016

PENERIMAAN

Bunga-bunga semerbak yang kau beri telah diterimanya, Kekasihku.
 Tapi belum juga cintamu
Belum diakunya adamu
            Tak dirasa-rasanya kasihmu

Padahal segala syarat tak  kau wanti-wanti
Segala balas tak kau nanti-nanti
Inginmu hanya tak merelanya merana
Membuatnya kering dan meronta-ronta
Hanya menambah gersang di tandus jiwanya

Memaksa-maksa bukanlah caramu, Kekasihku
Gila sembah pun bukan harapmu
Lagi sesak dan desak bukanlah penerimaan
            Hanya tulus hati terbuka seluruh
Penerimaan penuh sungguh

Tak mengeluarnya sedikitpun diinginmu, Kekasihku
Tak di segala adamu
Hanya hatinya tak melebur sungguh
            Berpaling-sangkal selalu
Bermuka dusta selalu

www.slideshare.net

Minggu, 18 September 2016

ORANG-ORANG YANG TERLUPA DAN TERLEMPAR

Orang-orang yang melakukan perjalanan
Berat hati meningalkan rumah
Tak ingin beranjak pergi
Jika bukan karena tujuan yang mulia
Dan janji untuk kembali

Orang-orang yang melakukan perjalanan
Terpana dengan tempatnya turun
Lupa pada tujuannya yang mulia
juga pada rindunya
Berharap tinggal selamanya
Menolak pulang
Mendustakan janji

Orang-orang yang melakukan perjalanan
 Mengejar dunia tempatnya turun
Menjadikannya tujuan
Padahal hanya persinggahan
Yang akan berpaling dan meninggalkan

triwardanamokoagow.blogspot.com

Senin, 30 Mei 2016

GOLONGAN KANAN

Yang menindas di kota-kota lalu menjadikannya bercerai-berai..
Yang memutuskan tali silaturahim..
Yang bersenang-senang tanpa peluh..
Yang menggunakan harta sesuka-suka tanpa sebutir pun keringat pada alisnya..
Yang melepaskan diri dari mata-mata hukum yang mengawasi...
Yang beralibi, yang mencari-cari alasan, yang memiliki perlindungan hukum yang kuat atas dosa-dosanya yang telah membunuh ribuan anak-anak dengan tangan yang bersih pada jas dan dasi-dasinya…
Yang menjadikan hukum tuli, bisu, dan buta pada mereka sendiri…
Semoga kelak (tidak) dicabut atas mereka pendengaran, mulut, dan penglihatan mereka…
Sementara petir, kegelapan, dan kilat menyambar-nyambar atas mereka…

Yang menempatkan orang lain dalam panoptikon..
Lalu dengan mata yang besar, mengawasi, mengontrol, dan menundukkan orang lain sesuka hati…
Semoga kelak dosa-dosanya (tidak) dicatat bersih tanpa satu pun yang tertutupi..
Dari Dia yang padanya tak mungkin menghindar…
Dari yang mengawasi langsung dari urat lehernya sendiri…
annida-online.com

Jumat, 13 Mei 2016

PEREMPUAN YANG MENGIRIS TANGANNYA SAMBIL MEMANDANG PURNAMA





Dan perempuan yang Yusuf tinggal di rumahnya ternyata mencintainya dan bermaksud menggoda dirinya. Saat merasa dirinya hanya berdua dengan Yusuf di rumah, pintu-pintu pun ditutupnya rapat. Perempuan itu mendatangi Yusuf – pelayannya,  dan berkata, “Marilah mendekat padaku”. Tapi kata Yusuf, “Aku berlindung kepada Allah, dan sungguh tuanku telah memperlakukanku dengan baik.”

Akan tetapi, perempuan itu telah berkehendak kepada Yusuf dan dia pun terus mendesaknya. Sekiranya Yusuf tidak melihat tanda dari Tuhannya, bisa jadi dia akan menyambut kehendak tersebut. Akan tetapi, Yusuf berhasil menegasinya, dan dia pun dipalingkan dari keburukan dan kekejian.

Mereka pun berlomba menuju pintu. Yusuf bermaksud keluar pintu dan perempuan tersebut bermaksud mencegahnya. Dan saat Yusuf berhasil membuka pintu, perempuan tersebut menarik baju gamisnya sampai robek. Dan sekonyong-konyong, suami perempuan tersebut rupa-rupanya telah berdiri di depan pintu, menyaksikan mereka, dan bertanya-tanya apa gerangan yang sedang terjadi.

Kaget, sebelum suaminya mengarahkan pemaknaan subjektif menyudutkan dirinya, perempuan itu segera berusaha mensugestikan pemaknaan yang lain terhadap tindakannya dengan berkata, “Apakah balasan terhadap orang yang bermaksud buruk terhadap istrimu, selain dipenjarakan atau dihukum dengan siksa yang pedih?”

Selasa, 03 Mei 2016

MENJELANG FAJAR: MENGAKRABI KEMATIAN ALA JEAN-PAUL SARTRE





Judul Buku : Fiksi Lotus Vol.1
Penulis : Maggie Tjoakin
Tahun Terbit : 200?

Judul Cerpen : Menjelang Fajar
Judul Asli : The Wall
Penulis : Jean-Paul Sartre
Tahun Terbit : 1933

Sinopsis
Dalam ruangan yang bernuansa putih, Juan, Tom, dan Ibbieta berusaha mengakrabi kematiannya yang tinggal beberapa jam lagi. Mereka di tahan atas tuduhan keikutsertaan mereka atas gerakan anarki.

Dalam ruangan sempit yang dingin itu, mereka berusaha kematian yang akan menimpa mereka dan mencoba berdamai dengannya. Juan, yang termuda diantara mereka, yang ditahan hanya karena kakaknya ikut gerakan anarki, tidak bisa berpikir jernih dan mengalami kekalutan yang luar biasa dalam ruangan tersebut. Dialah yang paling gelisah dalam ruangan tersebut dan berusaha ditenangkan oleh dua orang lainnya, yakni Tom dan Ibbieta.

Sembari menunggu waktu eksekusi, seorang dokter dimasukkan dalam ruangan mereka. Dokter tersebut bermaksud untuk meneliti bagaimana orang-orang berusaha menyikapi kematiannya – setidaknya seperti itu menurut Ibbieta. Dalam ruangan dingin tersebut, kilasan masa lalu, bagaimana mereka akan mati, kemana mereka akan pergi setelah mati, mendatangi mereka secara beruntun. Mereka berusaha menyikapi kematian mereka dengan cara masing-masing. Lalu saat eksekusi itu tiba, sesuatu yang tidak disangka-sangka menghinggapi salah satu diantara mereka. Dan untuk kejadian itu, nama Ramon Gris harus disertakan. Dialah yang menjadi salah satu penyebab bagaimana kejadian tak disangka-sangka tersebut harus menimpa salah satu tokoh yang akan dieksekusi mati tersebut.




Jumat, 29 April 2016

DEBU-DEBU YANG BELAJAR MENYUCIKAN DIRI UNTUK KEKASIHNYA

 Karena mencintaimu…
Sebongkah emas yang mengira dirinya mulia..
Belajar berbaur dengan besi berkarat..
Dilumpur merendah…
Bukan karena tak lagi berharga..
Tapi hanya untuk menghibur hati-hati yang ditinggalkan…

Karena mencintaimu…
Matahari yang semula bersinar untuk diri sendiri..
Rela terang terus untuk mengusir gelap dibumi..
yang tak mungkin memberi kembali…
Bukan karena lelah tak pernah mendatangi…
Tapi hanya untuk menampakkan indahnya…
Membuatnya mengerti…
Betapa Ia selalu pantas bersyukur…

Karena mencintaimu…
Debu-debu yang berterbangan…
Bermimpi menyucikan jiwa-jiwa yang berharap suci…
Meski sekedar menggantikan air yang suci…
Mengantar ke Yang Maha Suci..
Berbuat sebaik-baiknya…
Sebisa-bisanya…